BAB Cair Belum Tentu Diare Biasa
“Jika kamu mengalami BAB cair atau diare, cobalah perhatikan lebih jauh gejalanya. Sebab, bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain. Misalnya seperti intoleransi laktosa hingga Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang menyerang kinerja otot usus besar.”
Halodoc, Jakarta — Diare adalah masalah yang umum dialami oleh Domino88 link alternatif fmasyarakat Indonesia. Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat, serta feses yang cair. Meski begitu, ternyata BAB cair tidak selalu menjadi tanda diare biasa, lho. Ada masalah pencernaan lainnya yang juga ditandai dengan BAB cair.
Perbedaan Antara Diare Biasa dan BAB Cair yang Perlu Diwaspadai
Sebelum membahas apa saja penyebab BAB cair selain diare biasa, penting untuk terlebih dahulu mengetahui perbedaan diare biasa dan BAB cair yang perlu kamu waspadai. Definisi diare menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah ketika frekuensi buang air besar cair mencapai tiga kali atau lebih dalam sehari, atau frekuensi BAB lebih sering dari biasanya.
Penting untuk diingat, frekuensi BAB lebih dari tiga kali, tapi feses masih padat bukan merupakan gejala diare. Feses bayi menyusui yang cenderung lembek juga tidak menandakan serangan diare.
Penyebab diare sendiri adalah infeksi bakteri, virus, dan organisme parasit di dalam sistem pencernaan kita. Penyebarannya bisa dari air yang terkontaminasi oleh feses, atau kebersihan makanan yang kurang terjaga. Bakteri yang umumnya menyebabkan diare adalah Escherichia coli, Campylobacter, Salmonella, and Shigella.
Sementara itu, kondisi BAB cair biasanya disertai gejala lain, seperti sakit perut, mual, hingga muntah-muntah pada kasus tertentu. Jika kamu mengalami gejala tersebut, belum tentu kamu terserang diare biasa.
Ini Penyebab BAB Cair Selain Diare yang Perlu Diwaspadai
Selain sebagai tanda diare, BAB cair juga merupakan gejala atau akibat dari kondisi berikut.
1. Intoleransi Laktosa
303 slot Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan yang disebabkan karena ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa akibat kurangnya enzim laktase. Enzim laktase sendiri diproduksi oleh sel-sel usus halus bernama enterosit. Seseorang yang memiliki intoleransi laktosa akan memiliki BAB cair ketika mengonsumsi makanan yang memiliki laktosa, seperti susu sapi dan produk turunannya.
2. Efek Samping Obat
Ada kalanya obat menimbulkan efek samping diare. Tapi diare ini bukanlah diare biasa yang disebabkan oleh bakteri, melainkan sebagai efek samping dari obat yang sedang dikonsumsi. Beberapa jenis obat yang memicu diare adalah antasida yang mengandung magnesium, atau lebih dikenal sebagai obat maag. Antibiotik tertentu, seperti antibiotik golongan penisilin, cephalosporin dan fluorokuinolon juga memicu efek samping diare. Pengobatan kanker juga ada yang memicu diare.
3. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme adalah kondisi ketika seseorang memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh, sehingga memengaruhi metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh makin cepat akibat tingginya hormon tiroid. Kondisi ini bisa berpengaruh pada sistem pencernaan dan menyebabkan BAB cair.
4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
BAB cair dengan frekuensi tinggi juga bisa jadi salah satu gejala dari Irritable Bowel Syndrome atau IBS. IBS adalah penyakit pencernaan jangka panjang yang menyerang kinerja otot usus besar. Usus besar sendiri berfungsi untuk menyerap air dari sisa makanan yang tidak bisa dicerna usus halus. Ia juga berkontraksi untuk mendorong sisa makanan tersebut untuk keluar.
Pengidap IBS memiliki kontraksi otot usus besar yang tidak normal. Ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama, kontraksi otot besar terlalu lambat atau lemah, sehingga pengidap IBS sering mengalami sembelit atau konstipasi. Kemungkinan kedua, kontraksi otot terlalu sering dan menyebabkan diare.
Nah, itulah penjelasan mengenai BAB cair yang bisa jadi bukan merupakan diare biasa. Jika kamu mengalami diare, cobalah perhatikan lebih jauh gejalanya, karena bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain. Misalnya seperti intoleransi laktosa hingga Irritable Bowel Syndrome (IBS) yang menyerang kinerja otot usus besar. domino88 login
Comments
Post a Comment