10 Cara mempromosikan diri saat interview agar dilirik HR
Mengetahui waktu yang tepat melakukan promosi diri saat interview
Domino88 link alternatif Saat menghadapi interview kamu sangat boleh untuk menjawab setiap pertanyaan dengan percaya diri. Namun, jangan jadikan setiap pertanyaan tersebut sebagai tempat untuk mempromosikan diri secara terus menerus. Ada kalanya kamu harus memilih waktu yang tepat di tipe pertanyaan apa saja yang sebaiknya kamu melakukan promosi diri, seperti:
Dengan mengetahui dua catatan tentang makna promosi diri dan waktu yang tepat melakukannya, kini kamu bisa mencoba membuat perekrut terkesan dengan mengaplikasikan beberapa cara mempromosikan diri saat interview di bawah.
1. Sesuaikan dirimu dengan kebutuhan perusahaan
Dalam hal mempromosikan diri saat interview, sangat penting bagi kamu untuk memahami kebutuhan dan keinginan calon pemberi kerja dengan kemampuan terbaikmu. Baca deskripsi pekerjaan, selidiki sejarah perusahaan dan pelajari tentang budaya perusahaannya. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang dibutuhkan perusahaan dari seseorang dalam peran ini?” Setelah mengembangkan jawaban kamu, pastikan untuk menyusun jawabanmu atas pertanyaan wawancara umum dengan cara yang menunjukkan pemahamanmu tentang posisi mereka dan kemampuan unik yang kamu miliki untuk memenuhi kebutuhan mereka.
2. Tunjukkan keyakinan
Meyakinkan orang lain memang tidaklah mudah, namun kuncinya yaitu ada pada penyampaian gaya bicaramu. Ingatlah bahwa promosi yang baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa kamu bisa meyakinkan atasan baru dengan keahlianmu dan tahu bahwa kamu akan berhasil di posisi yang kamu lamar. Bagikan contoh pencapaian yang telah kamu lakukan dan kemampuanmu yang bermanfaat dalam menunjang pencapaian tersebut. Atau kamu juga bisa membagikan cerita tentang bagaimana suatu produk yang kamu buat bisa memecahkan masalah tertentu.
3. Dapatkan rekomendasi
situs amatlah penting apalagi untuk rekomendasi dari atasan atau klien. Salah satu cara mempromosikan diri saat interview yang bisa kamu coba adalah dengan mengutip pendapat positif orang lain tentang dirimu, asalkan itu tidak bohong. Contoh, “Manajer saya sempat memberitahu bahwa saya adalah manajer proyek terbaik di perusahaan dan CEO secara khusus meminta saya untuk memimpin klien dengan profil tinggi dalam kuartal ini”.
4. Susun poin-poin penting
Mempromosikan diri saat interview memang bukan hal yang mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu dapat mempersiapkan poin-poin penting terlebih dahulu. Tuliskan dengan tepat bagaimana kamu adalah kandidat terbaik, pilih kata-kata yang sesuai dengan kualitas yang dicari pemberi kerja. Hafalkan poin-poin utama sehingga kamu dapat mendiskusikannya secara alami. Persiapan dan latihan akan membantumu mempromosikan diri dengan lancar.
Salah satu cara untuk melatih poin-poin pembicaraan tersebut adalah dengan mengembangkan teknik elevator pitch, bercerita tentang dirimu selama 30 detik. Kamu dapat membuat ringkasan pribadi yang mencantumkan sorotan utama dari pengalaman kerja sebelumnya dalam 25 kata atau kurang. Struktur yang bisa dipakai untuk menceritakan dirimu adalah pendahuluan yang diikuti dengan tujuan karier dan pencapaian yang membedakan kamu dari kandidat lainnya.
5. Kenali resume kamu sendiri
Pewawancara akan melihat resume atau CV kamu dan menanyakannya selama percakapan, seperti: “Peran yang kamu dipegang dua tahun lalu ini terlihat menarik, apa yang kamu lakukan sehari-hari di sini?”.
Jika tidak terbiasa dengan apa yang ditulis dan dicantumkan dalam resume tersebut, kamu akan sulit untuk menjawabnya dengan percaya diri. Jika panggilan wawancara memiliki rentang waktu yang cukup lama dari pengiriman resume, pastikan untuk meninjau resume itu kembali sehingga kamu tahu jawaban seperti apa yang diharapkan oleh pewawancara saat mereka mengajukan pertanyaan.
6. Perhatikan pilihan kata yang digunakan
303 slot Saat mempromosikan diri dalam interview, cobalah untuk menghindari berkata “um” atau “suka” terlalu banyak — dan kurangi kecenderunganmu untuk terlibat dalam pembicaraan secara berlebihan — berbicara dengan nada meninggi di akhir setiap kalimat. Merekam dirimu sendiri saat menjawab pertanyaan pewawancara — atau mengajak seorang teman untuk berlatih bersama — dapat membantu mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan yang perlu dihindari.
7. Perhatikan bahasa tubuh
Apakah kamu merasa gelisah? Menghindari kontak mata dengan pewawancara? Hal-hal seperti ini seharusnya tidak boleh dilakukan karena akan membuat kamu terlihat tidak fokus, tidak tertarik pada pekerjaan yang ditawarkan, atau tidak yakin pada diri sendiri. Pertahankan postur tubuh yang baik, lakukan kontak mata saat berjabat tangan, dan duduk dalam posisi yang nyaman. Hal-hal tersebut akan membantumu terlibat penuh dalam percakapan yang sedang berlangsung.
8. Pilih pakaian yang sesuai
Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai pakaian yang harus dikenakan saat interview. Kenakan sesuatu yang membuat kamu nyaman sekaligus pantas untuk keperluan wawancara. Kamu juga bisa menyesuaikan pakaian tersebut dengan industri atau perusahaan pemberi kerja, sebagai contoh, pakaian yang digunakan untuk wawancara di kantor majalah mode belum tentu sesuai jika digunakan untuk wawancara di kantor startup teknologi.
9. Kenali lawan bicara
Langkah berikutnya untuk mempromosikan diri saat interview adalah mengenal audiens kamu. Seorang CEO akan menaruh perhatian pada hal-hal yang berbeda dari seorang manajer, begitu juga seorang perekrut atau HR akan mempunyai sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, kamu harus memahami lawan bicaramu agar dapat membicarakan topik dan detail pekerjaan secara relevan.
Jika berhadapan dengan CEO, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan lebih banyak pertanyaan tentang kepribadian, minat, dll. Misalnya, “Mengapa memilih posisi ini? Apa yang memotivasimu? Hal apa yang membuatmu tertarik?”.
Jika bertemu dengan perekrut atau HR, mereka akan memeriksa kualifikasi dasar melalui pertanyaan seperti, “Berapa tahun Anda bekerja dengan X?”.
Dan jika lawan bicaramu adalah manajer, mereka akan berada di antara keduanya. Mereka ingin memahami kepribadian dan motivasi kamu, tetapi mereka juga ingin memastikan kamu cocok untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.
10. Ajukan pertanyaan yang bagus
Mayoritas kandidat yang melakukan interview hanya fokus memberikan jawaban yang terbaik. Padahal, manajer HR sebenarnya sangat peduli mengenai, apakah kandidat mengajukan pertanyaan dan hal apa yang ditanyakan. Mengajukan pertanyaan yang bagus juga dapat menjadi salah satu cara mempromosikan diri saat interview. Kamu dapat bertanya tentang perusahaan, pekerjaan, dan pertanyaan lain yang berbasis opini seperti, “Apa tantangan terbesar yang akan dihadapi oleh seseorang yang baru memasuki posisi ini?”. slot gacor maxwin
Comments
Post a Comment