Pagi ini Domino88 alternatif suara volume tv siaran mama dedeh telah
membangunkan ku dari tidur , cara ampuh mama membangunkan anak- anaknya untuk
siap-siap berangkat kesekolah. Kata papa kalau siraman rohani ga
mempan, ya terpaksa pake siraman air segayung.
Pagi yang selalu dihiasi dengan teriakan dan berantem .
rebutan antrian pertama kekamar mandi , dan selalu aku mendapatkan antrian yang
terakhir .
aku mempunyai 3 kakak perempuan dan 1 abang laki2.
Mereka semua mempunyai nama panggilan.
Kakak 1 : uni
Abang : uda
Kakak 3 : elok
Kakak 4 : kakak
Dan aku sendiri dipanggil adek , atau anak cengeng, atau
pengadu
Aku adalah anak terakhir yang paling cengeng..dan selalu
jadi bahan kejahilan kakak-kakak semua.
Pagi
yang diawali dengan teriakan mama yang sangat lantang, bahkan ayam tetangga pun
kalah lantang membangunkan kita pagi itu. Percikan air yang membasahi muka saat
itu tak mengubah langkah anak-anaknya yang seperti siput untuk bergegas mandi.
Terkecuali kakak yang sudah rapi dan duduk manis menikmati sarapan sambil
menonton TV .
“
uniiii ..cepat…icin sak eek “ gedor-gedor pintu WC sambil nahan pup yang
diujung tanduk
“
dududududu” uni ketua geng dalam perusilan ngerjain adiknya
“
maaa…..liat uni ni ma…..lama dikamar mandi, adiknya sak eek dia nyanyi-nyanyi”
aku sang adik yang dikit-dikit ngadu ke mama karna selalu jadi bahan jahil
kakak-kakaknya
“alfiiii..buka
pintunya itu kan bisa sambil mandi , adiknya eek” teriak mama dari dapur
Pintu
WC pun terbuka dengan ajaibnya…hihi
“dasar
pengadu” uni sambil keluar WC
Baru
aja jongkok , lampu WC pun mati dengan niat dan unsur kesengajaan dari ketua
geng
“maaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….uniiiiiii
matiin lampu” teriak sibungsu yang pengadu.
Begitulah
pemandangan Setiap pagi ,setiap hari, selalu ada omelan, keributan, saling
rebutan masuk kamar mandi, berantem kehilangan kaos kaki, belum yang 4 anaknya
kalau habis sarapan pasti langsung berhasrat ingin pup .
Seiring
berjalan waktu , uni pindah kepadang melanjutkan sekolah menengah pertama disana,
tak lama setelah itu disusul uda dan elok. Banyak faktor dan pertimbangan
kenapa ketiga anak mama sekolah dipadang. Karna dulu sekolah menengah pertama
masih sedikit dan kebetulan dipadang banyak saudara yang memantau mereka .
Tinggallah
kami berdua sikembar yang dipaksakan, karna kalau kemana mana baju kita selalu
sama..walaupun orang yang lihat bingung dari mana kembarnya…si kakak putih
bersih sedangkan aku hitam bleketek.
Saat
ini aku duduk dibangku kelas 4 SD , sama ma kakak 1 bangku dan satu emak bapak,
kemana aku kaka selalu ada dibelakang mengikuti.
“
sanalah kak main buntutin aku terus” mulai risih dibuntutin trus
“
nanti kakak bilang mama ya, adek ga mau nememin kakaknya “ si kakak dengan nada
ngancam
“
pengaduuuuu” aku kesel
“
biarin…wekkkk” ledek kakak
Hari-
hari kakak selalu digodain anak lain, jadi objek bulian anak-anak..
Dan
mama selalu berpesan
“
adek, jaga kakaknya ya” pesan mama
Ya
mungkin karna mama tau aku adalah anak paling centeng dan berani .
Jadi
kalau ada yang jahat sama kakak, aku adalah orang pertama yang jadi super hero
melawan dan melindungi kakak dari anak-anak yang jahil.
Walaupun
aku dan kakak sering berantem dirumah disekolah suka kesel2an.., tapi aku
adalah orang yang pertama ga rela kakak disakitin oleh siapapun.
Bel
sekolah masuk berbunyi….
“
kak udah bikin tugas nya? Tanya ku pada kakak
“
belum “ jawab kakak dengan santai nya
“
kok ga dikerjain??, sini buku nya “ aku dengan buru2 menyelesaikan tugas mtk
yang diberikan guru.
Kakak
tak menjawab tapi malah tidur..
Tak
lama guru matpel masuk kekelas, beruntung tugas kakak selesai aku kerjakan.
“
kak bangunnnnn…, ibu datang” aku membangunkan kakak
Kakak
pun buru-buru siap karna guru yang masuk adalah guru killer yang paling kami
takuti.
Selesai
ibu menjelaskan tibalah ibu guru tersebut memanggil nama anak satu persatu
untuk maju mengerjakan soal yang diberikan.
“
kamu ..maju…” guru tersebut menunjuk kakak yang sedari tadi tegang melihat ibu
itu.
Kakak
pun terdiam disaat ibu tersebut menyuruh kakak untuk maju…
“
heiii…dengar tidak kupingnya , ayo maju “ guru tersebut dengan nada yang marah
Kakak
masih saja terdiam dan pucat. Dan aku hanya bisa menunduk melihat ibu tersebut
semakin berang.
“
tukk…” lemparan kapur melayang tepat dimeja kita berdua
“
maju cepat “ dengan mata yang melotot
“
saya ga tau buk “ kakak pun maju dengan menjawab tidak bisa
“
bodohhhhh….,sana berdiri angkat kaki satu “ perintah guru itu dengan nada marah.
“
kamu maju adeknya” guru itu pun menyuruh aku untuk maju
“
saya , juga tidak bisa bu” ucap ku Karna gemeteran melihat kakak di marahi dan
aku sedikit marah dengan ibu itu karna membentak kakak ku .dan akhirnya kami
berdua berdiri didepan kelas.
“
adik kakak sama aja bodoh nya” gerutu guru tersubut
Kesal
sekali rasanya mendengarkan perkataan ibu tersebut . seandainya semua guru yang
galak secara otomatis dikutuk jadi patung. (Gerutu ku dalam hati).
Bel
pulang sekolah pun berbunyi, kakak seperti biasa selalu mengikuti ku dari
belakang, terkadang aku juga selalu memegang tangan nya karna disaat jam pulang
banyak orang tua siswa dan siswa diluar . kita berdua pun seperti biasa
menunggu oom ojek langganan kita di bawah pohon.
Sesampai
dirumah, kakak langsung semangat kebelakang mengahampiri mama yang sedang
didapur
“
maaa..kakak lapar “ kakak sambil memegang perut nya
“
ganti baju dulu sana, baru makan , nanti baju nya cemong-cemong” jawab mama
sambil membersihkan dapur
“
gimana tadi sekolah nya “ Tanya mama padaku
“
kena strap ma berdiri satu kaki karna ga bisa jawab ,ibu itu galak ma..ga suka
adek liatnya” jawab ku
“iya
ma , kakak juga ga suka …iii benci kakak…ibu nya jahat” kakak yang marah2
sambil makan yang belum selesai ngunyah dan tersedak sendiri karna ngomong
sambil makan.
“
ya gpp lah kena strap , namanya biar adek sama kakak belajar dirumah lebih
rajin” jawab mama
“
tapi ma…., ibu itu bilang adek sama kaka bodohhh…” jawabku dengan penuh
kekesalan
“
iyaa maa…, ni ya ma kakak tiruin, ini adek kakak sama aja bodohnya , kan ga
boleh ma bilang orang bodoh..berdosa” jawab kakak ku dengan semngat
“
ga ada yang bodoh anak mama, Cuma belum mengerti saja, makanya belajar
rajin-rajin biar ga dibilang bodoh lagi” jawab mama meredamkan emosi anaknya.
“
sana adek makan dulu “ mama menyuruhku makan
“
eeeeeekkkkkkkk….,kenyangggg….” Sendawaa kakak yang besar
“
jorokkkkk” jawabku
“
biarin weekkk..” kakak sambil meninggalkan meja makan
“Tinn tinnn…tin…tinn….. “ bunyi klakson motor tua om yono
ojek langganan kita yang sudah kita anggap sebagai keluarga sendiri.
“iya omm, bentar” teriakku dari teras rumah
“cepatlah kak, lama kali pasang sepatu” ngomel ku dengan kakak
yang dari tadi ga selesai-selesai mengikat tali sepatu.
Aku berlari menuju motor tua om yono dengan tergesa-gesa ,
walaupun motor om yono tua tetapi bisa
menyalip dan ngebut ,layaknya valentine rossi diiringi suara teriak ku yang
penuh semangat untuk menyuruh om yono ngebut.
“Cepatlahh kak” teriak ku diatas motor
“oia lupa belum salam mama “ dengan jalan santai balik lagi
kerumah untuk salam
“astagfirullah, awas ya nanti kalau kita kena strap lagi karena
terlambat” aku ngomel sepanjang jalan kenangan menuju sekolah.
Kakak tetap menjadi dirinya yang santai kayak siput bahkan disaat adeknya marah-marah ,kakak dengan
muka bodo amat nya malah siul-siul diiringi gelak tawa si om yono.
Seperti biasa kakak selalu duduk didepan ,dengan alasan kalau
didepan bisa kena angin sepoi sepoi,
sambil melatih vocal suara A I U E O melalui angin ,yang katanya kalau dikipas angin
kalau nyanyi suara nya jadi getar-getar apalagi diatas motor angin nya banyak,
ya cukup om yono dan aku yang merasakan
getaran torpedo dari suara kakak.
Sesampainya disekolah,
tak lama bel berbunyi tanda masuk , aku lari-lari sambil memegang tangan kakak,
agar tidak telat masuk kelas.
“ihhh, ini tali sepatu kakak” kakak sambil jalan benerin
tali sepatu
“lah tadi dirumah ikatnya bener ga , makanya yang kuat
ikatnya, masa diikatin trus, kalau jatuh nanti gimana, adek juga yang ditanyain
mama, kok kakaknya bisa jatuh balablabla” masang tali sepatu kakak sambil
ngomel marah-marah.
Disaat aku sibuk mengikat tali sepatu kakak, lewat lah anak
laki-laki hitam botak sambil ketawa-ketawa melihat kakak.
“ hiii…, ada anak bodoh, bocoran admin slot pake tali sepatu aja ga bisa”
celetuk anak hitam botak tadi
“ apa kauuu” hardik ku sambil mengepalkan tangan tinju kearahnya
ditambah melipat bibir bawah memakai gigi seperti power rangers pink seperti
kartun kesukaan ku
Dan bener saja, si anak botak jelek tadi larii sambil menjulurkan
lidahnya dari kejauhan.
“dasar anak pengecut, beraninya dari jauh” dumel ku dalam hati
“ayok cepat masuk kelas, marah-marah trus” sapa kaka ku yang
sudah jalan duluan masuk kekelas
Setiap hari aku dan kakak selalu mendapatkan ledekan dari
teman-teman yang jahil. Lebih tepatnya Bukan aku tetapi kakak, aku pun tidak waktu bebas bermain dengan teman-teman yang
lain, karna aku juga tak bisa jauh dari kakak.
**
Jam pelajaran usai, waktunya istirahat dan waktunya juga aku
jadi kurir buat beli jajan buat kakak
“kak, mau jajan apa? Tanya ku walalupun sudah tau jawaban
apa dari kakak
“terserah adek aja” jawabnya sambil nulis catatan dibuku cetak (lebih
tepatnya nyalin buku)
Karna Kakak lebih memilih banyak dikelas dari pada istirahat
diluar, aku juga tidak tega meninggalkan nya sendiri lama-lama. aku takut
anak-anak nakal itu menganggu kakak, bukanya kakak tidak mau melawan, tetapi
kakak lebih banyak menahan emosi nya dengan mengepalkan tanganya saja setelah
itu dia diam. Tetapi jika tidak bisa menahan emosi lagi, tu anak juga ga bakal
selamat hidupnya, dikejar sampai keujung dunia, walaupun sembunyi diselokan
juga bakal dikejar.
“Kak makan dipohon yok” ajak ku sambil menarik tangannya
Kegemaran ku adalah duduk diatas pohon dan kakak dibawah
sambil menyatap jajanan epok-epok yang kubeli.
Ku ayunkan kaki sambil memandang teman-teman bermain tali
lompat ,seketika pandangan ku teralihkan dari anak berambut panjang yang sedang
berkumpul dengan teman-teman nya yang menatap kakak ku dengan aneh dan meledek
sambil bisik-bisik dengan teman disampingnya., mereka tak menyadari ada anak
monster galak diatas pohon yang sedang bergelantungan.
“ woiiiii….kenapa lihat-lihat” teriak ku dari atas
Anak tadi pun kaget , disaat aku terjun bebas dari pohon yang
mengalahkan skill sipanse senior di dunia perlompatan .
Kulihat kaka sudah mengepalkan tangan nya kearah si anak
tadi dengan khas gaya ku ketika melawan anak nakal .
“hahahah, bagussss” jempol ku kepada kakak
“ wooo dasar anak aneh, idiot ya kakak nya” celetuk anak
tadi kepada ku
Seketika jiwa hulk ku pun meronta ronta, mendekat melangkah
kearah si anak nakal tadi dengan gagah dan berani . Tangan yang sedari tadi kugenggam erat
menahan segala emosi ku ketika kakak dikatakan idiot oleh anak nakal itu.
“ apa kau bilang? Hiatttttttt….” Kutarik rambut nya yang
panjang dengan sekuat tenaga
“huaaa sakiiiiitttt” isak anak nakal berusaha melepaskan
genggaman tanganku dan berteriak memanggil guru
Kakakpun segera menarik ku supaya adiknya tak lagi
kesurupan memangsa si anak nakal .
“ lihat aja kau ya, aku kaduin kau sama orang tua aku” ancam
anak tadi
“ kaduiinnnnnn sana, ga takut wekkkkkk,emang kau aja yang
punya orang tua, aku juga punya wekkk” ledek ku dari kejauhan.
Kami pun masuk kedalam kelas karna Tak lama bel sekolah
berbunyi tanda jam istirahat telah habis.
“ kak, nanti jangan bilang-bilang sama mama ya” bujuk ku
kepada kakak ketika sampai dirumah nanti
“ iya iya” jawab kakak dengan penuh keyakinan.
sesampainya dirumah baru buka pintu ga pake buka sepatu lagi
.
“maaaaa, adek icin kelahi tarik rambut anak nakal” kadu
kakak kepada mama dengan semangatnya
(janji tinggal janji, baru juga sampai si kakak langsung
ngadu)TT
“hah, kok bisa gimana ceritanya ?” Tanya mama dengan kaget
“ jadi ma …. Adek
tu …” kakak sambil melirik ku dengan ragu
“ iya tadi tu anak nakal nya jahat ngatain kakak idiot ma,
ya ga terima lah ,langsung aja adek tarik rambutnya biar jera” sambungku
sebelum kakak menjelaskan
“ iyaa maa, masa
kakak dibilang idiot ,tadi sebenernya mau kakak pukul aja, adek udah duluan”
sambung kakak
“ iya ma, habisnya adek kesal liat anak nakal itu, biarin
aja, biar kapok” sahut ku dengan nada kesal
“iya ma, kenapa anak nakal ga dimakan harimau aja ya ma”
sambung kakak dengan hayalan nya
“ betulllllllllll, hhahah, kalau ga dimakan hantu monster”
sahut ku dengan menirukan gaya hantu
“ hahaha, iya Allah aja ga suka sama anak nakal, anak nakal
kan kawan nya hantu” sambung kakak sambil tertawa
“ sini kakak duduk , adek duduk , dengarin mama” perintah
mama dengan muka serius
Dan seperti biasa ketika muka mama berubah menjadi angker
kita saling sikut-sikutan siku saling nyalahin.
“ kakak sama adek, pernah ga mama mukul kalian ? pernah ga
mama main tangan nak?” padahal kakak sama adek sering bikin mama marah. “ Tanya
mama kepada kami
“ ga pernah ma” jawaban yang kompak dan serentak
“ trus kenapa adek berani narik rambut anak itu?emang adek
narik rambutnya anaknya bakal jadi baik? “ Tanya mama
“ adek belain kakak ma” jawab kakak sambil merangkul ku
“ iya mama tau, kakak sama adek kalau diganggu sama anak
nakal tinggal bilang ke guru, nanti guru nya yang menegur anak tadi, ga boleh
narik-narik rambut anak orang ya nak, nanti kalau mama dilaporin polisi
gara-gara adek narik rambut anak tadi, trus rambut anak itu ketarik kulit
kepalanya ,trus kulit kepalanya robek, orang tuanya ga terima , mama dilaporin
kepolisi, trus kakak sma adek ga ada mama lagi yang urusin sarapan , masak,
nyuci baju sekolah , mama dipenjara. MAU?” Tanya mama penuh dramatis dan isak tangis yang sudah teruji dalam dunia
pesinetronan.
“ ga mauuuuuu maaaaaaaaa, maafin kakak ma” tangis kakak
pecah sambil meluk mama
Cuma kakak yang berhasil masuk perangkap acting mama
Aku hanya diam ga jawab apa-apa dengan wajah kerut 11, bibir
maju 5 centi ,bola mata nari-nari , karna masih ga terima , kenapa mama malah
ga belain anaknya.
“ adek” panggil mama sambil narik mulut ku yang maju 5 centi
“ mau berantem lagi disekolah?” Tanya mama
“ iya ga ma” jawab ku dengan lemas
“JANJI?” Tanya mama sekali lagi
“ mmmm” jawab ku
“ ya udah , kalau ga mau , mama bilangin kepapa aja” jawab
mama dengan kode “PAPA”
“ iya janji , janji janji, ga kelahi kelahi lagi” jawab ku
dengan cepat karna takut dimarahin papa
“nah gitu dong baru anak mama , sini tos dulu “ jawab mama
dengan penuh kemenangan
“Tooooooooossssssss maaaaa” kakak dengan sumringahnya
“Adek tooooossssss” ajak kakak kepadaku
“ Ni tossss” aku ngasih
pantat sambil nungging
PLAAAAKKKKK ( pukulan melayang dari kakak) slot gacor maxwin
Comments
Post a Comment