Aku tinggal dengan teman-teman kantorku: Gita, Dinda dan Riris.
Kami tinggal disebuah rumah kontrakan yang lumayan besar.
Di hari libur yang cerah dimana mentari bersinar, malas rasanya diri ini beranjak dari kasur.
Dari luar jendela terdengar percakapan, lalu kutengok ternyata Pak Heru dan Pak Jajang.
Aku memanggil mereka dengan sebutan kakek.
Gak lama kemudian…..”Tumben pagi-pagi sudah bangun.” sapa kakek Heru.
“Kena umpanku.” Pikirku dalam hati……..”Eh, iya…..sudah dari tadi kok, Kek.” balasku.
“Kakek tolongin Sari dong.” pintaku ke kakek Heru dan kakek Jajang.
“Tolongin apa ?” jawab kakek Jajang.
“Ambilkan sepatu Sari diatas lemari.” Kataku.
“Tuh, Her…..kamu khan lebih tinggi dari aku.” puji kakek Jajang ke kakek Heru.
“Kamu ngeledek aku ya.” kata kakek Heru kepada kakek Jajang sambil tersenyum.
dengan aku membungkuk pasti dengan jelas pantat dan vaginaku terlihat dengan jelas.
Tiba-tiba pantatku di elus dan dicium kakek Heru……
“Kek, cumbui aku dong.” pintaku merengek seperti anak kecil dan kakek Heru tersenyum.
Diciumnya vaginaku dan sesekali jari tengah kakek Heru dimasukkan ke dalam vaginaku.
“Aaahhhhh……aahhh…….” teriaku karena vaginaku mulai basah.
“Wangi dan manis cairan vaginamu.” puji kakek Heru.
Sedang asyiknya aku dan kakek Heru bercumbu; tiba-tiba ada suara….”Sedang apa kalian ?”
Ternyata suara kakek Jajang……”Sini, Kek.” ajakku. Cersex Dengan Kakek Heru
“Ohh…..enak sekali isepan kamu, Sari.” desah kakek Jajang.
“Kek, masukkan penis kakek ke vaginaku.” kataku ke kakek Heru.
Kakek Heru yang dari tadi sudah telanjang bullet, langsung saja menusukkan penisnya ke vaginaku.
kini kakek Heru dibawah dan aku menduduki penis kakek Heru dan kakek Jajang mengentoti mulutku.
Kakek Jajang menjilat vaginaku yang masih dientoti kakek Heru; tiba-tiba aku berteriak……
”Ahhh….sakit banget, Kek……ampun, Kek…..ampun…” teriakku.
Namun teriakkan ku tidak dihiraukan kakek Jajang.
Kini vaginaku berisi penis kedua kakek ini.
“Oohhh….aahhhhh….ampun, Kek…..ampun, Kek.” teriakku sambil kuremas seprei karena menahan sakit.
Tiba-tiba rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara.
Sekitar 45 menit aku digagahi kedua kakek ini,
walau mereka sudah tua namun kuakui mereka seperti kuda muda yang kuat dan enerjik.
Selama aku di gagahi tiga kali aku mengalami orgasme.
“Aku udh mao keluar nih….gak nahan.” teriak kakek Heru.
“Aku juga nih.” kata kakek Jajang yang sudah mengejang.
“Oohh……..Sari mao sampe puncak nih, Kek.” teriakku. Cersex Dengan Kakek Heru


Comments
Post a Comment